Archive for the ‘ Cinta ’ Category

Lelaki Biasa Dengan Cinta Yang Luar Biasa

Kisah ini sudah banyak tersebar di forum2 dunia maya.. namun tetap saja saya ingin memaginya, silahkan disimak.

Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.

Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.

Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.

Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yg barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!

Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.

Kamu pasti bercanda!

Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda.

Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!

Nania serius! tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya.

Tidak ada yang lucu, suara Papa tegas, Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik!

Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda baik. Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh selidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan.

Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan? Mama mengambil inisiatif bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, maksud Mama siapa saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh?

Nania terkesima.

Kenapa?

Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik.

Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami. Mulai dari ajang busana, sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca puisi seprovinsi. Suaramu bagus!

Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur. Bakatmu yang lain pun luar biasa. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan laki-laki manapun yang kamu mau!

Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa, kakak-kakak, dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian mereka atau satu kata ‘kenapa’ yang barusan Nania lontarkan.

Nania Cuma mau Rafli, sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak.

Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah.

Tapi kenapa?

Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yg amat sangat biasa.

Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya.

Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!

Cukup!

Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat pencapaiannya hari ini?

Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli. Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya. Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak ‘luar biasa’. Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Nania menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia.

Mereka akhirnya menikah.

***

Setahun pernikahan.

Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di mata mereka.

Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia.

Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania.

Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan.

Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya.

Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu! Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar! Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!

Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali ini dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli.

Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen.

Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak!
Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan?

Rafli juga pintar!
Tidak sepintarmu, Nania.

Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan. Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.

Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma.

Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli!
Kamu sukses, mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki untuk menghidupimu.

Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi punya anak.

Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti. Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan. Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari cukup untuk hidup senang. Tak apa, kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri. Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang.

Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik..

Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya? Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania cerah.

Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!

Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania. Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting.

Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar dan lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu berada di puncak!

Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama.

Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.
Cantik ya? dan kaya!

Tak imbang!

Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.

Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.

Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya.

Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan!

Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.

Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta orangtua Nania belum satu pun yang datang.

Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi pembukaan berjalan lambat sekali.

Baru pembukaan satu. Belum ada perubahan, Bu. Sudah bertambah sedikit, kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan.

Sekarang pembukaan satu lebih sedikit. Nania dan Rafli berpandangan. Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor yang tinggi.

Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah, didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset.

Masih pembukaan dua, Pak! Rafli tercengang. Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.

Bang? Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan.

Dokter?

Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar.

Mungkin? Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu? Bagaimana jika terlambat?

Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.

Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu yang diguncang ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun. Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan diri.

Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya. Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir.

Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat.

Pendarahan hebat!

Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah. Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah! Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis.

Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali. Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka.

Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda. Lelaki itu tercenung beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker.

Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.

***

Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya. Tidak sampai empat hari, mereka sudah oleh membawanya pulang.

Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil. Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania dengan Rafli.

Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Toh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.

Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka, melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra..

Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya.

Nania, bangun, Cinta? Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan kening istrinya yang cantik.

Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir untuk pasrah, Rafli masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit, mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan membacanya dengan suara pelan. Memberikan tambahan di bagian ini dan itu. Sambil tak bosan-bosannya berbisik,

Nania, bangun, Cinta? Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan. Asalkan Nania sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang menjadi sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.

Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania. Anak-anak merindukan ibunya. Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan.

Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata, gerak bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di wajahnya yang cantik. Nania sudah tidur terlalu lama.

Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya.

Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata yang meleleh.

Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.

Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa. Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta.

Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh?

Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli.

Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar. Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonton bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak, seperti juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu bertahun-tahun.

Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari. Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat.

Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik.

Baik banget suaminya! Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!

Nania beruntung! Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya.

Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!

Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama.

Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin frustrasi, merasa tak berani, merasa?

Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi?

Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka.. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.

Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua, anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir dari tangannya.

Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania.

Teknik Rahasia Buat Para Cowo

deketin cewek itu bukan dengan cara dikejar, deketin cewek itu dengan cara nunjukin kualitas diri kita makanya jadilah orang yang layak untuk digilai.

note :
kalau yang ditunjukin cuma kebaikan kita nanti jadinya malah jadi teman baik bro..

13 Ciri Pasangan Serasi

hhee.. iseng2 buka majalah nova punya nyokap dapet ini nih, jadi malu bacanya, monggo di cek dlu gan 🙂

Pernikahan memang tidak disertai jaminan kebahagiaan. Namun jika Anda dan suami memiliki 13 hal sederhana ini, sebuah komitmen pasti terasa manis.

Penulis buku Building a Love that Lasts: The Seven Surprising Secrets of Successful Marriage , Dr. Charles D. Schmitz dan Dr. Elizabeth A. Schmitz telah melakukan berbagai penelitian di berbagai belahan dunia mengenai pernikahan. Dalam buku tersebut, kedua ahli pernikahan ini membeberkan ciri-ciri pernikahan yang memiliki kesempatan besar menjalani komitmen dengan bahagia. Cek bersama pasangan, yuk, apakah Anda berdua sudah memenuhi kriterianya?

1 Baru menikah hingga Anda berumur 25 tahun atau lebih. Menurut penelitian, pasangan yang menikah setelah umur 25 tahun mempunyai kesempatan untuk bertahan lebih lama dalam pernikahannya. Faktor pengalaman dan kedewasaan yang diperoleh seiring usia tersebut dipercaya membuat sebuah pernikahan bahagia.

2 Penelitian yang dilakukan oleh Jeffrey Dew di Utah State University pada medio 2009 mengungkapkan bahwa alasan utama perceraian terjadi adalah karena uang. Menurut Dew, pasangan yang seminggu sekali bertengkar karena uang mempunyai kemungkinan sebesar 30 persen untuk bercerai dibandingkan dengan mereka yang bertengkar dengan topik sama selama sebulan sekali. Oleh karena itu, mempunyai pekerjaan tetap dan penghasilan stabil sebelum memutuskan menikah sangatlah penting.

3 Bicara soal anak, sangat disarankan untuk memiliki anak ketika sudah siap lahir batin, saling memahami, dan siap menjadi orangtua yang bertanggung jawab mendidik buah hati. Menunggu selama setahun setelah menikah rasanya cukup untuk menyiapkan diri. Ingat, meski anak adalah sumber kebahagiaan, tapi jika Anda berdua belum siap, Anda akan stres dan anak pula yang akan menjadi korban.

4 Pasangan yang menjalankan nilai-nilai dalam agama alias religius cenderung memiliki kemungkinan kecil untuk bercerai. Pasalnya, keyakinan spritual akan membimbing mereka menciptakan pernikahan yang utuh.

5 Pendidikan ternyata memengaruhi risiko perceraian. Dalam bukunya, Charles dan Elizabeth mengungkapkan bahwa pasangan yang terpelajar akan menuntun pasangan untuk lebih saling mengerti, saling melengkapi, dan lebih bertoleransi satu sama lain. Fakta menarik lain juga disampaikan kedua penulis ini. Ternyata wanita berpendidikan cenderung menikahi pria berpendidikan lebih rendah daripada dia. “Tingkat kebahagiaannya juga lebih besar,” ungkap Charles.

6 Pastikan bahwa pasangan Anda adalah sahabat Anda. Sebab saling mencintai tak cukup untuk membuat pernikahan berhasil. Ingat, Anda akan menghabiskan seumur hidup dengannya, lho! Jika ia sahabat Anda, maka setiap hari pun rasanya Anda tak akan bosan bersama dengannya.

7 Tak peduli pernikahan Anda begitu sempurna, setiap pasangan pasti pernah bertengkar. Jika momen ini terjadi, bertengkarlah tanpa adu otot dan saling menyakiti. Hal yang salah pula jika Anda memilih untuk memendam semua kekesalan dan membawanya ke tempat tidur. Sebab ini adalah salah satu pemicu paling kuat menuju gerbang perceraian.

8 Ketika Anda menikah, bukan berarti Anda harus melepaskan jati diri, lho. Jika Anda memang orang yang senang tertawa keras atau pribadi yang blak-blakan, tetaplah demikian. Kehilangan jati diri hanya karena Anda menikah justru akan membuat pernikahan terasa hampa.

9 Kesetiaan merupakan kunci pernikahan yang bahagia. Jadi ingatlah, jangan pernah mengkhianati sumpah setia yang Anda berdua ucapkan di hari pernikahan. Bahkan sekadar berkirim pesan “nakal“ di instant messenger dengan tujuan bercanda pun jangan dilakukan.

10 Meski hidup bersama, Anda berdua haruslah memiliki waktu sendiri alias me time . Charles dan Elizabeth tak henti-hentinya mengingatkan pentingnya hal ini. Apalagi berdasarkan penelitian selama tiga puluh tahun, mereka menemukan fakta bahwa setiap manusia cenderung memiliki kebutuhan untuk menjadi dirinya sendiri dari waktu ke waktu. Jika Anda berdua melakukan ini, percayalah pernikahan akan berbuah manis.

11 “Bicarakan tentang apa saja dan bicarakan semuanya bersama pasangan Anda,” tulis Elizabeth dalam bukunya. Membiasakan kegiatan ini akan membuat komunikasi menjadi lebih terbuka dan lebih jujur. Jika Anda memang pendiam, tindakan ini merupakan latihan yang tepat.

12 Kekaguman pada Si Dia tak semestinya berhenti setelah Anda menikah. Justru perasaan ini harus senantiasa dipupuk, demikian pula dengan rasa hormat. Langgengnya sebuah pernikahan biasanya bermula dari dua sikap ini. Di mana Anda berdua tak henti-hentinya menunjukkan iktikad baik pada pasangan. Yang terpenting, lakukanlah tanpa pamrih. Mengucapkan terima kasih, ketika pasangan menyiapkan sarapan, mencium keningnya saat hendak bekerja, menyisipkan kata, “Tolong,” ketika meminta pasangan melakukan sesuatu adalah beberapa contoh sederhana yang bisa dilakukan mulai hari ini.

13 Pernikahan yang bahagia dimulai dengan “menanam” perbuatan sederhana yang dipupuk dengan cinta dan kasih sayang. Seiring musim yang berganti, mungkin saja “tanaman” ini akan layu atau mengering, namun cinta sejati akan membuatnya kuat. Artinya Anda berdua harus bekerja keras dan mulailah dengan hal-hal sederhana. Sudahkah Anda berdua melakukannya?
source
source

for every woman

Men are rats, listen to me, they’re fleas on rats, worse than that, they’re amoebas on fleas on rats. I mean, they’re too low for even the dogs to bite. The only man a girl can depend on is her daddy.

Posted from WordPress for Android

When i met u

“When her eyes met mine, I felt something click, like a key turning in a lock. Believe me, I’m no romantic, and while I’ve heard all about love at first sight, I’ve never believed in it, and I still don’t. But even so, there was something there, something unrecognizably real, and I couldn’t look away.”

Posted from WordPress for Android

Wanita Idaman Pria

Meski pria cenderung terlihat santai dalam memilih pasangan, tapi mereka diam-diam juga memiliki kriteria lho untuk dijadikan calon istri. Memang, soal penampilan selalu dijadikan faktor utama untuk memikat hati pria. Pendapat itu benar, tapi wanita cantik tanpa hati yang baik dan kurang perhatian tidak akan pernah dijadikan calon istri oleh pria. Wanita seperti itu hanya akan pas dijadikan kekasih atau teman saja. Daripada penasaran, sebenarnya wanita seperti apa yang ingin dijadikan pria menjadi istrinya:
1. Perhatian dan Baik Hati
Dua sifat tersebut menjadi faktor yang penting dimiliki oleh seorang istri menurut para pria. Ketika membayangkan pernikahan, seringkali mereka juga membayangkan punya anak dan membentuk keluarga. Mereka tentunya ingin anak-anaknya memiliki ibu yang pengertian, penuh cinta, perhatian, dan baik hati.

2. Santai
Santai, tidak terlalu ribet apalagi rewel merupakan karakter wanita yang disukai pria. Pria bisa tertekan membayangkan punya istri yang selalu menuntut, terlalu serius, rewel, dan terlalu pengatur. Santailah sedikit, jangan terlalu serius apalagi dalam menghadapi hal-hal kecil.

3. Berani Berpendapat
Rata-rata pria senang jika memiliki istri yang tak ‘terlalu’ penurut. Laki-laki akan senang jika istri juga bisa ikut berpendapat dan berdiskusi tentang sesuatu. Pria tidak terlalu suka pada wanita yang melakukan apa saja demi menyenangkan suami, walau sebenernya sang istri tidak suka melakukannya. Pria senang pada wanita yang berkepribadian kuat dan punya pendirian.

4. Menjaga Penampilan
Menjaga penampilan bukan berarti Anda harus selalu tampil cantik seperti supermodel. Pria senang pada wanita yang bisa merawat diri dan menjaga penampilan. Tak ada salahnya sesekali memotong rambut di penata rambut yang terkenal atau merapihkan alis ke salon yang ahli dalam membentuk alis.

Posted from WordPress for Android

Tanda Pria yang Baik

Anda saat ini mungkin telah bertemu dengan pria yang benar-benar Anda sukai, dan Anda memiliki banyak kesamaan. Hubungan Anda sudah resmi menjadi sepasang kekasih dan berpacaran beberapa bulan ini.

Akhirnya Anda sampai pada titik untuk membuat keputusan apakah pria ini pilihan yang tepat menjadi pendamping hidup Anda. Anda tentunya harus membuat keputusan besar dalam hidup Anda dan jangan sampai salah.

Setiap pria yang rapi, tampan dan humoris mungkin tampak menarik, paling tidak pada awalnya. Tapi ingat, bertemu dan tinggal dengan seseorang dalam hitungan jam, hari dan bulan adalah berbeda. Agar pilihan Anda tidak salah, healthyandbeloved berbagi untuk melihat tanda pria yang baik, berikut ini:

Kompromi
Seseorang yang siap untuk berkompromi akan menjalani hubungan dengan baik. Jika saat ini saja, Anda selalu harus mengikuti keinginan pacar Anda dan tidak pernah mau berkompromi dengan keinginan Anda, maka sebaiknya pikirkan ulang hubungan Anda.

Peduli dan menghargai
Pria yang baik, tidak akan pernah menyakiti perasaan pasangannya. Dia setia, perhatian, menghormati pasangan. Jadi, pria seperti ini tidak akan membiarkan setetes air mata pun jatuh dari mata Anda.

Cerdas dan bertanggungjawab
Kecerdasan dan bertanggungjawab adalah dua sifat yang harus dimiliki setiap calon pasangan. Seorang pria harus cerdas dan cukup bertanggung jawab untuk mengurus dirinya sendiri dan keluarga. Dia harus tahu cara mengontrol tindakannya, kata-kata dan kemarahannya. Jika Anda melihat kualitas ini pada laki-laki Anda, Anda berada di jalur yang benar.

Optimis dan ceria
Anda tidak pernah tahu seperti apa kehidupan Anda di masa depan. Pasti ada naik turunnya. Penting untuk Anda berhubungan dengan orang yang punya pandangan positif, di posisi ceria untuk menghadapi segala kemungkinan dalam hidup. Jika Anda bertemu dengan pria yang tidak mudah menyerah dalam menghadapi masalah, ia adalah orang yang tepat untuk Anda.

Apakah pasangan Anda saat ini sudah memenuhi tanda diatas?