Gaza, dan para penduduknya

1912509_20121120041308

Sebuah kota di Palestina dengan 410.000 Populasi manusia, memiliki nama yang berasal dari Gazzat Hashim merupakan nenek moyang Nabi Muhammad SAW yang di makamkan disana. bertahun – tahun menelan gempuran Tentara musuh yang membabi – buta tanpa melihat dosa dan kesalahan. Ancaman maut seakan datang setiap saat layaknya udara yang mereka hirup untuk mereka bernafas.

Saya tekankan bahwa saya tidak pernah menentang untuk kita mengirimkan doa kepada mereka agar mereka selamat. karena merupakan hal yang wajar kita mendoakan mereka karena kita berfikir mereka tidak lebih beruntung dari kita. Mari kita berfikir lebih dalam lagi mengenai situasi mereka dan situasi kita sendiri saat ini. Apakah benar adanya kita lebih beruntung dari mereka?

Mereka hidup dalam banyak keterbatasan yang tidak kita dapatkan. itu yang membuat mereka justru selalu dekat dengan Penciptanya, membuat mereka sangat menghargai waktu yang mereka punya. baik untuk beribadah maupun untuk keluarganya, karena mereka tidak tau sampai kapan mereka bisa beribadah dan sampai kapan mereka bisa melihat keluarga mereka. Mereka beribadah dengan sangat Hikmat dan Kusyuk, karena mereka berfikir mungkin ini adalah kali terakhir mereka Beribadah. Mereka juga tidak mudah marah dengan anak – anak mereka, dengan ibu, istri serta ayah mereka, karena mereka berfikir mungkin ini kali terakhir mereka melihat orang yang mereka sayangi.

Mereka sibuk menyelamatkan orang – orang yang mereka sayangi yang membuat mereka tidak mengalami perpecahan..
sementara kita sibuk mencalonkan diri menjadi pemimpin..

Mereka sibuk mencarikan tempat berlindung yang membuat mereka tidak sempat untuk membuat rumah bagus yang akan di sombongkan kepada saudara – saudaranya..
sementara kita resah melihat rumah tetangga yang lebih megah..

Mereka sibuk untuk berlatih menggunakan senjata agar dapat melindungi diri dan orang yg mereka sayangi, sehingga tidak sempat untuk mereka berlatih bernyanyi..
sementara kita sibuk berlatih demi popularitas..

Mereka sibuk menguburkan saudara – saudara mereka yang mati Syahid yang membuat mereka tidak sempat menghadiri ataupun mengadakan pesta pernikahan yang megah..
sementara kita sibuk mencari uang untuk menikah ataupun menikahkan anak kita dengan megah hanya untuk kesombongan..

Kematian yang menghantui merekalah yang membuat mereka dapat seperti ini, situasi yang membuat mereka slalu mengingat kematian dan hanya situasi seperti ini lah yang mungkin terbaik untuk manusia agar selalu dapat mengingat kematian..

kesibukan mereka beribadah membuat mereka memiliki sangat sedikit kesempatan untuk membuat dosa. dan kematian yang mengantui yang membuat mereka 1000 kali berfikir untuk berbuat dosa.. dan kesempatan yang sedikit dengan orang yang mereka sayangi lah yang membuat mereka lebih menghargainya..

Apakah kita sadar keterbatasan itu justru membuat mereka menghargai sesuatu yang belum tentu kita mengingatnya, yaitu kematian, dan bahkan mungkin keluarga kita? PADAHAL KITA DAN MEREKA TIDAKLAH BERBEDA, sama – sama tidak tau sampai kapan kita bisa beribadah dan sampai kapan kita masih bisa melihat keluarga kita.

kita dan mereka sama – sama dapat setiap saat mengalami kematian.. sedikitpun tidak ada bedanya, kecuali merekalah yang lebih mengingatnya..

Maka dari itu renungkanlah kata – kata dari sesorang yang bernama Muhammad ini :
“Orang yang paling beruntung adalah orang yang paling mengingat kematian”

Sekali lagi Apakah mereka tidak lebih beruntung dari kita??

Copas dari kaskus (tanpa ada penambahan, sayang source gak bisa disertakan).

  1. I like looking through a post that will make people think.
    Also, many thanks for allowing for me to comment!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: