Arsip untuk Juni, 2012

for every woman

Men are rats, listen to me, they’re fleas on rats, worse than that, they’re amoebas on fleas on rats. I mean, they’re too low for even the dogs to bite. The only man a girl can depend on is her daddy.

Posted from WordPress for Android

When i met u

“When her eyes met mine, I felt something click, like a key turning in a lock. Believe me, I’m no romantic, and while I’ve heard all about love at first sight, I’ve never believed in it, and I still don’t. But even so, there was something there, something unrecognizably real, and I couldn’t look away.”

Posted from WordPress for Android

Wanita Idaman Pria

Meski pria cenderung terlihat santai dalam memilih pasangan, tapi mereka diam-diam juga memiliki kriteria lho untuk dijadikan calon istri. Memang, soal penampilan selalu dijadikan faktor utama untuk memikat hati pria. Pendapat itu benar, tapi wanita cantik tanpa hati yang baik dan kurang perhatian tidak akan pernah dijadikan calon istri oleh pria. Wanita seperti itu hanya akan pas dijadikan kekasih atau teman saja. Daripada penasaran, sebenarnya wanita seperti apa yang ingin dijadikan pria menjadi istrinya:
1. Perhatian dan Baik Hati
Dua sifat tersebut menjadi faktor yang penting dimiliki oleh seorang istri menurut para pria. Ketika membayangkan pernikahan, seringkali mereka juga membayangkan punya anak dan membentuk keluarga. Mereka tentunya ingin anak-anaknya memiliki ibu yang pengertian, penuh cinta, perhatian, dan baik hati.

2. Santai
Santai, tidak terlalu ribet apalagi rewel merupakan karakter wanita yang disukai pria. Pria bisa tertekan membayangkan punya istri yang selalu menuntut, terlalu serius, rewel, dan terlalu pengatur. Santailah sedikit, jangan terlalu serius apalagi dalam menghadapi hal-hal kecil.

3. Berani Berpendapat
Rata-rata pria senang jika memiliki istri yang tak ‘terlalu’ penurut. Laki-laki akan senang jika istri juga bisa ikut berpendapat dan berdiskusi tentang sesuatu. Pria tidak terlalu suka pada wanita yang melakukan apa saja demi menyenangkan suami, walau sebenernya sang istri tidak suka melakukannya. Pria senang pada wanita yang berkepribadian kuat dan punya pendirian.

4. Menjaga Penampilan
Menjaga penampilan bukan berarti Anda harus selalu tampil cantik seperti supermodel. Pria senang pada wanita yang bisa merawat diri dan menjaga penampilan. Tak ada salahnya sesekali memotong rambut di penata rambut yang terkenal atau merapihkan alis ke salon yang ahli dalam membentuk alis.

Posted from WordPress for Android

Tanda Pria yang Baik

Anda saat ini mungkin telah bertemu dengan pria yang benar-benar Anda sukai, dan Anda memiliki banyak kesamaan. Hubungan Anda sudah resmi menjadi sepasang kekasih dan berpacaran beberapa bulan ini.

Akhirnya Anda sampai pada titik untuk membuat keputusan apakah pria ini pilihan yang tepat menjadi pendamping hidup Anda. Anda tentunya harus membuat keputusan besar dalam hidup Anda dan jangan sampai salah.

Setiap pria yang rapi, tampan dan humoris mungkin tampak menarik, paling tidak pada awalnya. Tapi ingat, bertemu dan tinggal dengan seseorang dalam hitungan jam, hari dan bulan adalah berbeda. Agar pilihan Anda tidak salah, healthyandbeloved berbagi untuk melihat tanda pria yang baik, berikut ini:

Kompromi
Seseorang yang siap untuk berkompromi akan menjalani hubungan dengan baik. Jika saat ini saja, Anda selalu harus mengikuti keinginan pacar Anda dan tidak pernah mau berkompromi dengan keinginan Anda, maka sebaiknya pikirkan ulang hubungan Anda.

Peduli dan menghargai
Pria yang baik, tidak akan pernah menyakiti perasaan pasangannya. Dia setia, perhatian, menghormati pasangan. Jadi, pria seperti ini tidak akan membiarkan setetes air mata pun jatuh dari mata Anda.

Cerdas dan bertanggungjawab
Kecerdasan dan bertanggungjawab adalah dua sifat yang harus dimiliki setiap calon pasangan. Seorang pria harus cerdas dan cukup bertanggung jawab untuk mengurus dirinya sendiri dan keluarga. Dia harus tahu cara mengontrol tindakannya, kata-kata dan kemarahannya. Jika Anda melihat kualitas ini pada laki-laki Anda, Anda berada di jalur yang benar.

Optimis dan ceria
Anda tidak pernah tahu seperti apa kehidupan Anda di masa depan. Pasti ada naik turunnya. Penting untuk Anda berhubungan dengan orang yang punya pandangan positif, di posisi ceria untuk menghadapi segala kemungkinan dalam hidup. Jika Anda bertemu dengan pria yang tidak mudah menyerah dalam menghadapi masalah, ia adalah orang yang tepat untuk Anda.

Apakah pasangan Anda saat ini sudah memenuhi tanda diatas?

Perlunya Jaga Jarak dalam Hubungan

Memiliki hubungan jarak jauh biasanya memiliki tingkat kegagalan yang sangat tinggi. Namun, membuat jarak terkadang perlu dan bisa menjadi formula ajaib dalam sebuah hubungan yang sukses.

Terkadang permasalahan yang ada diantara Anda dan pasangan bisa diidentifikasi ketika Anda sendiri. Menyepi adalah salah satu cara Anda istirahat dari perdebatan dan memiliki ruang emosional untuk berpikir.

Di sini ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk sekali-sekali memberi jarak dengan pasangan dalam menjaga hubungan Anda, yang dikutip dari boldsky, Kamis (24/5).

1. Jangan pernah terlihat seperti putus. Tapi hanya terlihat seperti Anda sedang melalukan perjalanan pencarian jiwa untuk diri sendiri.

2. Cobalah untuk membuatnya tampak seperti cuti dari pekerjaan atau libur panjang. Anda tidak harus mengepak tas dan pergi dalam kemarahan, itu akan menjadi kontraproduktif. Dia akan merasa ditinggalkan.

3. Istirahat atau membangun jarak dalam hubungan Anda bisa baik untuk pasangan. Ini membantu Anda menyadari nilai diri Anda dan pasangan Anda.

4. Membuat jarak justru dapat memecahkan beberapa masalah. Contoh, pertengkaran yang biasa terjadi bisa berhenti. Anda mungkin benar-benar menyadari nilai pasangan Anda ketika dia tidak ada.

5. Berada jauh dari pasangan sementara waktu dapat membantu Anda menemukan keseimbangan batin. Anda dapat menyelesaikan masalah dan kemarahan ketika Anda sendirian.

6. Anda mengambil kesempatan istirahat dan bisa melakukan sesuatu yang selalu Anda inginkan. Misalnya, berlibur.

Menikah Dengan Seseorang Yang Beda? why not

Pernikahan beda usia sering dipermasalahkan. Pernikahan beda suku sering diributkan. Pernikahan beda tingkat sosial ekonomi sering menjadi pergunjingan. Ada saja celanya bila seseorang menikah dengan pasangan yang ‘berbeda’.

Banyak orangtua melarang anaknya mempunyai kedekatan intim dengan sesorang yang berasal dari suku lain. Mengapa? Mungkin karena pola pikir mereka masih terbawa sejarah masa lalu saat Indonesia belum bersatu dan antar suku saling berperang memperebutkan wilayah? Apakah ‘keutuhan’ dan ‘kebesaran’ nama sebuah suku cukup besar artinya dibandingkan kebahagiaan seseorang untuk dapat berkumpul dan ‘bersatu’ dengan orang yang dia cintai? Toh, perasaan tulus seseorang tidak bisa dibuat-buat.

Bagaimana dengan perbedaan sosial ekonomi? Mungkin rasa malu dan gengsilah yang berperan di sini. Seseorang yang ekonominya jauh di bawah Anda belum tentu tidak akan pernah bisa menjadi sukses. Keberhasilan bukan ditentukan oleh banyak sedikitnya harta yang Anda miliki, namun kegigihan, keuletan, dan kerajinan Anda dalam bekerja dan berusahalah yang akan menjawabnya nanti.

Landasi jalinan kasih Anda berdua dengan cinta dan perasaan yang tulus. Bila benar menyayangi, Anda berdua akan selalu ingat dan mau untuk saling berkorban memberikan toleransi. Usia, suku, dan sosial ekonomi bukanlah sesuatu yang seharusnya dibangga-banggakan. Tidak ada suku, usia, atau sosial ekonomi tertentu yang paling hebat. Semuanya tidak akan berarti lagi, bila akhirnya Anda hanya akan menyakiti hati pasangan dengan menggunakan alasan ‘perbedaan’.

Sadarkah Anda, bahwa meski suku, usia, dan sosial ekonomi Anda ‘sejalan’ dengan pasangan, sebenarnya Anda berdua tetaplah berada dalam jalur perbedaan. Ya, perbedaan jenis kelamin, berbeda ayah dan ibu kandung, dan masih banyak lagi perbedaan yang lain. So, why bother?

Membangun Hubungan Sehat

Layaknya tubuh kita, hubungan cinta juga perlu dijaga kesehatannya agar tetap berjalan dengan lancar. Ini beberapa langkah untuk menjaganya.

1. Dua arah
Hubungan yang sehat dibangun oleh dua orang. Menjaganya pun memerlukan dua orang tersebut untuk berkompromi, toleransi, berkontribusi dan saling menjaga. Jika hanya salah satu yang melakukannya, maka hubungan cinta akan berjalan timpang, tak seimbang.

2. Menerima
Mencintai berarti menerima pasangan seutuhnya termasuk kekurangannya. Kehadiran Anda untuk pasangan adalah untuk ‘menyempurnakannya’. Begitu pula sebaliknya. Tak ada individu yang sempurna, termasuk Anda, jadi jangan pernah menuntut pasangan untuk menjadi orang yang sempurna (versi Anda).

3. Sabar
Hubungan yang sehat dibangun tidak dengan instan. Masa penyesuaian pada hubungan butuh waktu. Jangan buru- buru mengambil keputusan apalagi dalam keadaan emosi. Pikirkan seluruh langkah dengan matang.

4. Menghargai privasi
Hubungan yang sehat adalah hubungan yang bisa menghargai privasi satu sama lain. Anda dan pasangan tetap membutuhkan waktu untuk diri sendiri. Menghabiskan waktu tanpa pasangan dengan dasar saling percaya justru merupakan tanda bahwa Anda tengah menjalani hubungan yang sehat dan berfondasi kuat.

Posted from WordPress for WindowsPhone7